All categories
Featured selections
Trade Assurance
Buyer Central
Help Center
Get the app
Become a supplier

Belakang yoke

(382 produk tersedia)

Tentang belakang yoke

Jenis-Jenis Yoke Belakang

Yoke belakang adalah komponen universal joint dalam rakitan poros penggerak. Yoke belakang menghubungkan poros penggerak ke gandar belakang. Yoke belakang tersedia dalam berbagai jenis berdasarkan gaya gandar belakang. Jenis pertama adalah yoke belakang dengan ball joint. Yoke belakang ball joint memiliki ball joint di ujungnya. Yoke ini menghubungkan poros penggerak ke gandar belakang menggunakan susunan ball and socket. Yoke belakang ball joint umum ditemukan pada truk dan gandar depan. Ball joint memungkinkan rotasi poros penggerak yang halus sambil mengakomodasi gerakan naik turun. Yoke belakang ini meningkatkan penanganan dan stabilitas.

Jenis kedua adalah yoke belakang dengan pin. Yoke belakang tipe pin menghubungkan poros penggerak ke gandar belakang menggunakan satu set pin dan sistem linkage. Yoke belakang ini umum ditemukan pada kendaraan dan truk yang lebih tua. Yoke belakang ber-pin menawarkan daya tahan dan kekuatan yang lebih baik. Kelemahan utama dari desain yoke ini adalah membutuhkan lebih banyak perawatan.

Jenis ketiga dari yoke belakang adalah yoke hooke joint. Yoke Hooke joint adalah desain standar di sebagian besar kendaraan modern. Alih-alih ball joint atau pin, yoke ini memiliki sambungan berbentuk silang di ujungnya. Dua bearing cap menampung sambungan berbentuk silang. Yoke Hooke joint memungkinkan poros penggerak untuk berputar dengan kecepatan konstan sambil mengakomodasi perubahan sudut. Desain yoke belakang ini membutuhkan sangat sedikit perawatan.

Jenis terakhir dari yoke belakang adalah yoke CV joint. Yoke CV joint adalah desain yang lebih canggih. Ini menggabungkan keuntungan dari hooke joint dan ball joint. Alih-alih sambungan berbentuk silang, yoke CV joint memiliki sambungan yang mirip dengan ball joint. Yoke ini memungkinkan rotasi halus pada sudut tinggi. Yoke CV joint umum ditemukan pada kendaraan berperforma tinggi.

Spesifikasi dan Perawatan Yoke Belakang

Spesifikasi yoke belakang penting saat berbelanja suku cadang pengganti. Detailnya membantu pengguna memilih komponen yang kompatibel dan tahan lama untuk kendaraan mereka. Berikut adalah beberapa spesifikasi utama yang perlu diperhatikan:

  • Material: Yoke belakang menghubungkan poros penggerak ke gandar belakang. Itu perlu menjadi bagian yang kokoh yang dapat menahan banyak tekanan dan tekanan. Itulah mengapa sebagian besar yoke ini terbuat dari logam kuat seperti besi cor atau baja. Bahan-bahan ini bagus karena sangat kuat dan dapat bertahan lama. Terkadang, yoke terbuat dari bahan ringan seperti aluminium, terutama untuk mobil sport atau kendaraan balap di mana setiap pon sangat berarti. Yoke yang terbuat dari aluminium dapat membantu mobil melaju lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit bahan bakar.
  • Ukuran: Yoke tersedia dalam berbagai ukuran agar sesuai dengan berbagai kendaraan. Panjang dan lebar yoke harus sesuai dengan poros penggerak dan gandar belakang agar pas dengan benar. Yoke diukur dengan jarak antara dua titik di mana universal joint terhubung. Ini disebut "ukuran bearing cup." Ukuran umum meliputi 1310, 1330, dan 1350. Yoke 1310 memiliki bearing cup yang berukuran panjang 3,625 inci dan lebar 1,063 inci. Cup untuk yoke 1330 dan 1350 lebih besar.
  • Ukuran Sambungan: Yoke menghubungkan poros penggerak ke gandar belakang menggunakan universal joint (u-joint). Ukuran u-joint adalah spesifikasi penting. Seperti yoke, joint tersedia dalam berbagai ukuran agar sesuai dengan berbagai kendaraan. Joint diukur dengan ukuran bearing cup. Ukuran umum meliputi 1310, 1330, dan 1350.
  • Jumlah dan Diameter Spline: Spline adalah serangkaian punggung dan alur pada yoke yang tampak seperti garpu atau ban dengan tapak. Yoke dipasang ke poros penggerak menggunakan spline, yang seperti potongan puzzle yang saling mengunci. Jumlah spline dan diameternya harus sesuai dengan yang ada di poros penggerak agar pas dengan benar. Spesifikasi umum termasuk 27 spline dengan diameter 1 inci atau 30 spline dengan diameter 1,125 inci. Yoke dengan jumlah atau diameter spline yang salah tidak akan pas dengan benar ke poros penggerak.
  • Komposisi Material: Sebagian besar yoke belakang terbuat dari besi cor atau baja. Ini karena bahan-bahan ini kuat dan dapat bertahan lama. Terkadang, yoke terbuat dari aluminium, terutama untuk mobil sport atau kendaraan balap di mana setiap pon sangat berarti. Yoke yang terbuat dari aluminium dapat membantu mobil melaju lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit bahan bakar.
  • Pelumasan: Pelumasan yang tepat sangat penting untuk perawatan yoke belakang. Yoke memiliki grease fitting (nipple) yang perlu diisi dengan pelumas secara teratur. Gunakan pelumas berkualitas tinggi, seperti lithium complex, yang memenuhi spesifikasi yoke. Fitting biasanya terletak di suatu tempat pada body yoke. Gunakan grease gun untuk menyuntikkan pelumas ke fitting. Pastikan untuk menggunakan jenis pelumas yang direkomendasikan oleh produsen yoke. Bersihkan pelumas berlebih yang keluar dari fitting.
  • Inspeksi: Periksa yoke belakang secara teratur untuk melihat tanda-tanda keausan atau kerusakan. Perhatikan retakan, karat, atau lengan bengkok pada yoke. Juga, periksa U-joint untuk melihat apakah kendur atau macet. Jika ada masalah ditemukan selama inspeksi, ganti yoke atau U-joint sesuai kebutuhan. Penting untuk mengatasi masalah sejak dini sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Cara Memilih Yoke Belakang

Memilih yoke belakang yang tepat untuk poros penggerak sangat penting untuk kinerja kendaraan dan keandalan yang optimal. Berikut adalah beberapa faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih yoke belakang:

  • Kompatibilitas:

    Saat memilih yoke belakang, pastikan yoke tersebut kompatibel dengan gandar belakang dan poros penggerak. Kompatibilitas yoke poros penggerak ini memastikan pemasangan yang tepat dan pemasangan yang mudah. Juga, pertimbangkan ukuran dan jenis sambungan yoke belakang untuk kompatibilitas.

  • Material:

    Pertimbangkan material yang digunakan dalam pembuatan yoke belakang. Material umum termasuk aluminium dan baja. Setiap material menawarkan keuntungan yang berbeda. Misalnya, yoke aluminium lebih ringan, sedangkan yoke baja lebih tahan lama.

  • Kekuatan:

    Kekuatan yoke belakang adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Pilih yoke dengan peringkat kekuatan tinggi untuk mencegah kegagalan dan menangani torsi tinggi. Yoke yang kuat meningkatkan umur poros penggerak dan yoke.

  • Ukuran:

    Ukuran adalah faktor penting saat memilih yoke belakang. Ukuran yoke menentukan kinerjanya dan kompatibilitasnya dengan poros penggerak. Yoke yang lebih besar menawarkan lebih banyak transmisi daya dan penanganan torsi, sedangkan yoke yang lebih kecil cocok untuk aplikasi daya rendah.

  • Gaya:

    Ada berbagai gaya yoke belakang. Jenis umum termasuk Yoke CV Joint dan Yoke Hooke Joint. Setiap gaya cocok untuk aplikasi yang berbeda dan menawarkan keuntungan yang berbeda. Misalnya, Yoke Hooke Joint umum ditemukan dalam aplikasi berperforma tinggi karena daya tahannya.

  • Aplikasi:

    Pertimbangkan aplikasi yang dimaksudkan saat memilih yoke belakang. Aplikasi yang berbeda seperti off-road, jalanan, dan balap memiliki persyaratan yang berbeda. Misalnya, aplikasi balap berperforma tinggi memerlukan yoke tinggi dengan peringkat kekuatan tinggi.

  • Anggaran:

    Saat memilih yoke belakang, pertimbangkan anggaran. Ada berbagai yoke untuk setiap anggaran. Namun, pastikan untuk mendapatkan nilai terbaik untuk uang.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, pembeli dapat memilih yoke belakang yang sempurna untuk poros penggerak mereka. Yoke belakang yang dipilih dengan baik meningkatkan kinerja kendaraan dan memastikan ketahanan dan keandalan.

Cara DIY dan Mengganti Yoke Belakang

Secara umum, proses mengganti yoke belakang cukup mudah. Namun, itu membutuhkan perhatian pada detail dan beberapa alat penting. Berikut panduan langkah demi langkah tentang cara mengganti yoke belakang:

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

  • Yoke belakang baru
  • Kunci pas socket
  • Kunci pas torsi
  • Penarik atau press U-joint
  • Gemuk
  • Pelumas

Panduan langkah demi langkah:

  • 1. Pertama dan terpenting, pastikan kendaraan berada di permukaan yang rata dan rem parkir diaktifkan. Untuk menghindari kecelakaan, lepaskan baterai.
  • 2. Dengan menggunakan jack stand, angkat bagian belakang kendaraan dari tanah dan amankan dengan jack stand. Setelah ini, lepaskan roda belakang.
  • 3. Selanjutnya, temukan poros penggerak dan dukung dengan dongkrak. Lepaskan baut yang menghubungkan poros penggerak ke yoke menggunakan kunci pas socket. Geser poros penggerak keluar dari yoke.
  • 4. Langkah selanjutnya adalah melepas U-joint dari yoke. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan penarik atau press U-joint. Keluarkan gemuk yang tersisa dari U-joint.
  • 5. Sekarang, pasang U-joint baru ke yoke baru. Oleskan sedikit gemuk ke sambungan.
  • 6. Amankan U-joint ke yoke menggunakan press atau pemasang U-joint. Pastikan itu sejajar dengan benar.
  • 7. Geser yoke baru ke poros penggerak dan amankan dengan baut. Gunakan kunci pas torsi untuk mengencangkan baut sesuai spesifikasi pabrikan.
  • 8. Pasang kembali roda dan turunkan kendaraan ke tanah. Hubungkan kembali baterai.

Tanya Jawab

Q1: Apa itu yoke pada diferensial belakang?

A1: Yoke adalah komponen yoke pada diferensial belakang. Itu menghubungkan gandar belakang ke poros penggerak, memungkinkan transfer daya dari poros penggerak ke roda belakang. Ada dua yoke pada universal joint belakang: satu di ujung poros penggerak dan satu di ujung rumah gandar belakang.

Q2: Apa perbedaan antara yoke dan universal joint?

A2: Yoke adalah komponen yang menghubungkan poros penggerak ke gandar belakang, memungkinkan transfer daya. Universal joint adalah kopling yang menghubungkan dua poros, memungkinkan mereka untuk berputar secara independen sambil mengirimkan torsi. U-joint terletak di antara kedua yoke.

Q3: Apa perbedaan antara yoke depan dan belakang?

A3: Yoke depan berada di ujung depan poros penggerak, terhubung ke gandar depan untuk menyediakan power steering. Yoke belakang berada di ujung belakang poros penggerak, terhubung ke gandar belakang untuk menyediakan tenaga ke roda belakang. Yoke depan biasanya lebih kecil dari yoke belakang, karena gandar depan membutuhkan tenaga lebih sedikit daripada gandar belakang.

Q4: Apa saja gejala yoke yang gagal?

A4: Gejala yoke yang gagal termasuk getaran saat akselerasi atau deselerasi, suara saat berbelok (dalam kasus universal joint yang gagal), dan kesulitan mengaktifkan atau menonaktifkan diferensial (dalam kasus yoke belakang yang gagal).

Q5: Bagaimana cara merawat yoke?

A5: Periksa yoke secara teratur untuk melihat keausan, kerusakan, atau karat. Ganti yoke yang rusak atau aus segera. Pastikan penyelarasan yang tepat selama pemasangan untuk mencegah keausan dini. Gunakan gemuk berkualitas tinggi saat memasang yoke baru. Jaga agar yoke tetap bersih dan bebas dari kotoran.