(191 produk tersedia)
Penukar kalor pipih berpelat umum digunakan dalam sistem pendinginan, pemanas air gas, pemanasan sentral dan lantai, dan industri lainnya. Dalam industri makanan dan susu, penukar kalor pipih berpelat biasanya digunakan untuk mendinginkan susu, mensterilkan susu, dan pasteurisasi jus, bir, dan cairan lainnya.
Model standar:
Model standar penukar kalor pipih berpelat banyak digunakan di pasaran. Mereka biasanya memiliki bentuk persegi panjang kecil dan digunakan untuk transfer panas media umum.
Model berkapasitas tinggi:
Model berkapasitas tinggi penukar kalor pipih berpelat menawarkan jumlah transfer panas. Model ini digunakan di area seperti industri yang memiliki kebutuhan besar untuk pertukaran panas.
Model kompak:
Model kompak penukar kalor pipih berpelat dicirikan oleh bentuknya yang ringkas, sehingga mereka dapat secara efisien memanfaatkan ruang di peralatan atau perpipaan.
Model vertikal:
Model vertikal penukar kalor pipih berpelat biasanya memiliki bentuk yang tinggi dan ramping, yang membuatnya cocok untuk tempat dengan ruang lantai terbatas tetapi ketinggian yang cukup.
Model horizontal:
Model horizontal, sebaliknya, cocok untuk tempat dengan ketinggian yang cukup dan panjang yang terbatas. Mereka nyaman untuk dipasang dan dipelihara.
Model split:
Model split penukar kalor pipih berpelat dirancang dengan area transfer panas terpisah dan bagian penghubung. Mereka menyederhanakan pemasangan dan pemeliharaan.
Spesifikasi penukar kalor pipih berpelat berbeda tergantung pada pabrikannya. Spesifikasi yang paling umum meliputi hal berikut.
Sangat penting untuk mengikuti panduan pabrikan saat menggunakan dan memelihara penukar kalor berpelat. Berikut ini adalah beberapa tips penting tentang cara memelihara penukar kalor dengan benar.
Penukar kalor pipih berpelat digunakan dalam berbagai industri karena mereka bekerja dengan baik. Berikut adalah beberapa aplikasi umum dari perangkat ini.
Pengolahan makanan dan minuman
Penukar kalor pipih berpelat khas dalam industri pengolahan makanan dan minuman. Industri menggunakannya untuk pasteurisasi, pendinginan, pemanasan, atau sterilisasi berbagai produk, termasuk susu, jus, bir, dan makanan cair. Mereka ideal untuk pekerjaan ini karena dapat memenuhi standar sanitasi dan mudah dibersihkan dan dipelihara.
Pembangkitan listrik
Pembangkit listrik menggunakan penukar kalor ini untuk menghasilkan uap dalam boiler. Uap kemudian akan digunakan untuk menggerakkan turbin. Penukar kalor menghemat energi dan secara efektif mentransfer panas dari gas pembakaran atau limbah ke air umpan.
Sistem HVAC
Penukar kalor pipih berpelat adalah komponen umum dari sistem penyejuk udara, chiller, dan pemanas. Mereka memainkan peran penting dalam menghilangkan panas dari refrigeran atau mentransfer panas antara udara dan air. Perangkat ini membantu mengoptimalkan kinerja sistem HVAC.
Kimia dan Petrokimia
Industri kimia menggunakan penukar kalor pipih berpelat untuk berbagai aplikasi, seperti pendinginan bahan kimia reaktif, kondensasi uap, dan pemanasan cairan. Perangkat dapat menahan bahan kimia yang agresif dan suhu tinggi, sehingga cocok untuk digunakan di pabrik kimia.
Energi terbarukan
Penukar kalor berpelat diterapkan di pembangkit energi terbarukan. Perangkat digunakan untuk mentransfer panas dari kolektor surya ke air untuk tujuan pemanasan atau pendinginan. Mereka juga dapat digunakan di fasilitas energi biomassa untuk aplikasi pemanasan dan pendinginan.
Saat memilih penukar kalor, memahami aplikasinya adalah kuncinya. Fokus pada kebutuhan khusus industri atau gunakan faktor-faktor berikut untuk mempersempit pilihan.
Sambungan:
Jenis dan ukuran sambungan harus sesuai dengan pipa dalam sistem untuk memastikan sambungan yang halus dan bebas kebocoran. Berbicaralah dengan ahli teknik pemanas untuk mengetahui secara pasti apa yang akan berhasil untuk sistem tersebut.
Kapasitas:
Tentukan berapa banyak panas yang perlu ditransfer oleh penukar kalor pipih dan pilih penukar kalor yang dapat menangani jumlah tersebut.
Tekanan:
Pastikan penukar kalor dapat bekerja dengan tekanan dalam sistem. Penukar kalor harus memiliki peringkat tekanan yang sama dengan atau di atas tekanan pengoperasian untuk menghindari kegagalan mekanis.
Suhu:
Periksa kisaran suhu baik cairan yang akan mengalir di dalam penukar kalor maupun lingkungan sekitarnya. Pilih penukar kalor dengan material dan desain untuk menahan tingkat suhu tersebut.
Medium:
Penukar kalor yang berbeda bekerja lebih baik dengan cairan tertentu. Pastikan penukar kalor yang dipilih cocok untuk cairan yang akan mengalir melaluinya. Misalnya, medium yang sangat korosif seperti air asin mungkin memerlukan penukar kalor berpelat titanium.
Desain:
Pertimbangkan jumlah ruang yang tersedia untuk penukar kalor dan berat yang dapat ditopang. Di tempat sempit di mana kekarasan tidak diinginkan, penukar kalor yang kompak dan ringan akan bekerja lebih baik.
T: Material apa yang digunakan untuk membuat penukar kalor pipih berpelat?
J: Material yang digunakan untuk pelat berpelat dan casing akan bergantung pada aplikasi khusus penukar kalor. Material umum meliputi baja tahan karat, kuningan, tembaga, dan baja karbon.
T: Bagaimana pembeli menentukan ukuran dan kapasitas penukar kalor pipih?
J: Perhitungan perlu dilakukan berdasarkan laju aliran fluida dalam sistem, suhu, dan persyaratan penurunan tekanan. Dalam beberapa kasus, penukar kalor yang kompak dengan kapasitas tinggi dalam ukuran yang relatif kecil lebih disukai daripada model besar dan kikuk.
T: Apakah penukar kalor pipih lebih efisien daripada jenis penukar kalor lainnya?
J: Ya, karena rasio luas permukaan terhadap volumenya yang besar, penukar kalor pipih seringkali lebih efisien daripada desain tubular atau spiral.
T: Dapatkah penukar kalor pipih digunakan dalam aplikasi energi terbarukan?
J: Ya, mereka dapat digunakan dalam aplikasi energi terbarukan seperti pendinginan fotovoltaik dan sistem energi biomassa.